Kadang kenagan itu seperti gumpalan asap kopi, tak dapat
kita genggam hanya dapat kita rasakan kehangatannya
dan setiap helaan nafas sepercik kenangan itu bagaikan terulang kembali
dibenak, bagaikan berlangsung secara pararel dengan waktu yang sama tetapi
dengan orang yang berbeda-beda yang mengalaminya, dan terlintas menjadi kenangan
orang lain, hanya saja ada banyak perbedaan yang signifikan terjadi dalam
setiap kenangan yang orang lain alami, bisa
jadi tempat yang berbeda, situasi yang berbeda, tetapi dengan kondisi kenangan
yang nyaris sama, pernahkah terlintas debenak sahabat bahwa kejadian yang
begitu berkesan dalam hidup sahabat, pernah juga dialami orang lain secara
pararel diwaktu yang sama, tetapi dengan kondisi yang berbedah, maka itulah
yang disebut kenangan yang berlangsung secara pararel dengan waktu yang sama
tetapi kondisi yang berbeda-bedah terjadi kepada orang lain.
Senyum
senyum. kau mungkin sudah lelah menunggu. tapi kau harus tahu, ada pergantian yang harus kau tahu. kalau semua wajah tersenyum, mungkin tidak ada lagi yang peduli dengan rasa sedih kiri dan kanannya. Mungkin, semua hanya jadi simbolis, sehingga dirimu tidak menjadi mulia. Bersabarlah senyum, kau selalu dinanti dan ditunggu.
SYAITAN MEMBANTU PEMUDA KE MASJID
00.19 |
Label:
SYAITAN MEMBANTU PEMUDA KE MASJID
Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .
Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.
Dia menanyakan identitas lelaki tersebut. Lelaki itu menjawab, "Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..'
Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .
Ketika sampai di masjid, si pemuda bertanya kepada lelaki yang membawa lampu, mengapa tidak masuk dan shalat subuh bersamanya?" Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan jawabannya tetap sama.
Pemuda bertanya, "Kenapa menolak untuk masuk masjid dan ikut shalat?" .
Lelaki itu menjawab, "Karena aku adalah Iblis."
Pemuda itu terkejut mendengar jawaban lelaki itu. .
Syaitan kemudian menjelaskan: Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu.
Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan itupun tidak membuatmu berubah pikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid. .
Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.
Saya kuaatir, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Jadi, saya mesti memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat.
Moral kisah ini:
Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.
(Jangan menyerah pada usaha ke-100 meskipun masih gagal. Siapa tahu keberhasilanmu berada pada usaha ke-101
"SAYA PIKIR......SAYA PIKIR... "
15.01 |
Label:
"SAYA PIKIR......SAYA PIKIR... "
INI BUKAN NASEHAT
"SAYA PIKIR......SAYA PIKIR... "
* Saya pikir, mencintai itu harus memiliki ~ ternyata ikhlas melepaskan.
¤ Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata harus banyak memberi.
¤ Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata ada langit di atas langit.
¤ Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata hanya sukses yang tertunda.
¤ Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata kerja cerdas
¤ Saya pikir, kunci surga ada di langit ~ ternyata ada di hatiku.
¤ Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan ~ ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan.
¤ Saya pikir, makhluk yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar, atau yang paling kuat ~ ternyata yang paling cepat merespon perubahan.
¤ Saya pikir, keberhasilan itu karena turunan ~ ternyata karena ketekunan.
¤ Saya pikir, kecantikan luar yang paling menarik ~ ternyata inner beauty yang lebih menawan.
¤ Saya pikir, kebahagian itu ketika menengok ke atas ~ ternyata ketika melihat ke bawah.
¤ Saya pikir, usia manusia itu di ukur dari bulan & tahun ~ ternyata di hitung dari apa yang telah dilakukannya kepada orang lain.
¤ Saya pikir, yang paling berharga itu uang & Kekuasaan -emas- permata ~ Ternyata BUKAN juga ......yang paling Penting dan Paling mahal itu "KESEHATAN dan NAMA BAIK".
source : Yanni Libels
Teori "Air Kencing"
14.41 |
Label:
Teori "Air Kencing"
Teori "Air Kencing"
Ada 7 milyar orang di dunia, jika masing2 setiap hari kencing (maaf) 1 liter, maka ada 7 milyar liter air kencing di seluruh dunia. Masuk ke dalam toilet, mengalir di parit, sungai, laut (tergantung di mana mereka buang air kecilnya).
Lantas 7 milyar liter air ini sebagian menguap, menjadi awan, kemudian turun lagi ke bumi lewat hujan, masuk kembali dalam siklus air bersih. Berubah jadi mata air pegunungan, masuk dalam sumur, air PDAM, galon2, ceret, gelas2, yang salah-satunya kita minum setiap hari. Siklus air yang terus berputar.
Siapa di dunia ini yang tidak pernah meminum air kencing orang lain? Kita jelas sekali "pernah" minum air kencing. Iya, itu betul, air tersebut sudah kembali bersih dan suci dalam siklus air, tentu saja bukan air kencing secara harfiah, tapi dengan memikirkan ini, kita bisa membayangkan, sebenarnya orang2 di dunia ini berbagi banyak hal. Kita berbagi siklus air. Maka, kenapa ada yang merasa lebih berkuasa dibanding yg lain? Merasa lebih hebat? Sombong?
Lebih2 yang aniaya sekali dengan lingkungan hidup. Merusak hutan, mengusir hewan2, menghancurkan habitatnya. Tidakkan mereka tahu, seekor monyet juga kencing, dan kencingnya menguap ke langit, turun jadi hujan, kembali menjadi air minum dalam botol kristal mahal yang dia minum. Kita juga berbagi dengan hewan2.
Dalam agama pun, sangat terlarang merusak lingkungan sekitar. Apalagi sampai menghancurkannya, membuat kerusakan luas sekali. Apapun alasannya. Tidak masuk akal sedikit pun jika ada yang justeru membela para perusak lingkungan alam.
Renungkanlah. Semoga bisa memberikan pemahaman baik.
Darwis Tere Liye
Darwis Tere Liye
Sepotong Intan
14.39 |
Label:
Sepotong Intan
“Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.
“Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh."
--2 Novel aksi "Negeri Para Bedebah" dan "Negeri Di Ujung Tanduk", Tere Liye
Keteguhan Cinta Sejati
05.18 |
Label:
Keteguhan Cinta Sejati
Keteguhan Cinta Sejati
Jika dia menyayangimu dia takkan prnah goyah dlm rasa syngx, cintax takkan mudah terkikis waktu,dirimu adalah penawar lelahx, kekerasan bagimu adalah k'haraman bgix, dan hidupmu penyempurna hidupx.
Tanpa kw sedari Disetiap langkah perjalanan hidup yg kw tmpuh trselip doa disetiap langkahmu, teruntai delir nasehat yg tak tersampaikan oleh bibir, terbungkam sayang yg tertahan dinding batin, dan cinta kasih yg tulus terhenti karena waktu yg salah dan dirimu yg membentengi hatimu terlalu kuat yg membuat hati yg lemah tak bisa singgah bernaung dihatimu, bahkan seucap katapun tersapu angin dan berlalu prgi sblum kau dengar,
prnahkah kau berbincang dgn hatimu...? Jika prnah tolong txkan wahai hatiq pernahkah engkau trguncang hebat saat lelaki itu mendekat, klw iya maka dia akan tetap ada, jika tdk maka biarkan dia berlalu prgi....
Kasih Sayang Terakhir
04.58 |
Label:
Kasih Sayang Terakhir
Kasih Sayang Terakhir
Sore itu duduklah seorang wanita disebuah jembatan, wanita tersebut berniat untuk bunuh diri, sambil merintih menahan tangis akibat perceraian.
tak selang lama kemudian datanglah seorang bocah kecil yg sangat lucu menyapanya”
kak apa yg kamu lakukan kak….??? Tanya sang anak
kemudian wanita itu menjawab
kakak sedang nunggu teman saya dek,”
terus kok nunggu teman dijembatan nggak takut jatoh kak dan wajah kakak kok seperti mau nangis gitu …..??? Tanya lagi sang anak
gini yah dek kakak lagi nunggu sahabat kakak yg udah lama nggak ketemu jadi wajar aja klw kakak sedih,” dan adek kok sendirian aja disini, org tua adek mana……???
“,saya tinggal disini kak tepatnya dibawah jembatan ini bersama kakak saya, tapi kakak saya lgi pergi ngamen, org tua saya bercerai dan ayah saya menikah lagi, sedangkan ibu saya meninggal karena bunuh diri.
“, terus apa adek nggak sedih,,,,,,,,??? Tanya sang wanita dgn wajah sedih bercampur penasaran
“, tentu saja saya sangat sedih kak saat itu, bahkan itu seperti akhir dari dunia saya, tapi saya bersyukur mempunyai seorang kakak yg membantu saya menghadapi semua masalah itu dan berjuang bersama-sama melawan kesedihan dan keterpurukan kami berdua, kakak saya selalu bekata kepada saya ,” bila org yg kita sayangi pergi maka berjuanglah untuk mempertahankan org yg masih ada yg tetap menyayangi kita,” seperti kakak saya yg saya sayangi,
takjub bercampur sedih wanita itu mendengar kisah dari sang anak yg tetap tabah dan kuat menghadapi segala ujian hidup yg menerpanya, kemudian wanita itu memeluk anak tersebut dgn erat dgn deraian air mata yg tak terbendung,
akhirnya wanita itu mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, karena teringat anaknya yg masih amat kecil yg harus dirawatnya hingga dewasa.
tak selang lama kemudian datanglah seorang bocah kecil yg sangat lucu menyapanya”
kak apa yg kamu lakukan kak….??? Tanya sang anak
kemudian wanita itu menjawab
kakak sedang nunggu teman saya dek,”
terus kok nunggu teman dijembatan nggak takut jatoh kak dan wajah kakak kok seperti mau nangis gitu …..??? Tanya lagi sang anak
gini yah dek kakak lagi nunggu sahabat kakak yg udah lama nggak ketemu jadi wajar aja klw kakak sedih,” dan adek kok sendirian aja disini, org tua adek mana……???
“,saya tinggal disini kak tepatnya dibawah jembatan ini bersama kakak saya, tapi kakak saya lgi pergi ngamen, org tua saya bercerai dan ayah saya menikah lagi, sedangkan ibu saya meninggal karena bunuh diri.
“, terus apa adek nggak sedih,,,,,,,,??? Tanya sang wanita dgn wajah sedih bercampur penasaran
“, tentu saja saya sangat sedih kak saat itu, bahkan itu seperti akhir dari dunia saya, tapi saya bersyukur mempunyai seorang kakak yg membantu saya menghadapi semua masalah itu dan berjuang bersama-sama melawan kesedihan dan keterpurukan kami berdua, kakak saya selalu bekata kepada saya ,” bila org yg kita sayangi pergi maka berjuanglah untuk mempertahankan org yg masih ada yg tetap menyayangi kita,” seperti kakak saya yg saya sayangi,
takjub bercampur sedih wanita itu mendengar kisah dari sang anak yg tetap tabah dan kuat menghadapi segala ujian hidup yg menerpanya, kemudian wanita itu memeluk anak tersebut dgn erat dgn deraian air mata yg tak terbendung,
akhirnya wanita itu mengurungkan niatnya untuk bunuh diri, karena teringat anaknya yg masih amat kecil yg harus dirawatnya hingga dewasa.
Seringkali kita terpuruk karena kehilangan org yg paling kita sayangi, tanpa menyadari masih banyak org yg menyayangi kita dan membutuhkan kasih sayang kita, percayalah kehilangan satu org yg kita sayangi, tetapi masih banyak org yg menyayangi kita, maka jagalah dgn sebaik-baiknya.
Create by Rudi Hartono
Kasih tak Sampai
16.54 |
Label:
Kasih tak Sampai
kasih tak sampai
Ikhwan itu baru mengaji dan tertarik pada dakwah. Orangnya hitam manis, tenang dan bersahaja. Dia selalu datang ke kiosku untuk menemui sahabatnya yang telah lebih dulu mengaji untuk berbincang-bincang seputar kerjaan dan kajian.
Suatu ketika ia mendatangiku bertanya tentang statusnya yang ketika itu sedang menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita. Menurutnya hubungan mereka adalah suci dan tidak dikotori dengan syahwat, sebagaimana yang selalu terjadi dikalangan muda-mudi yang sedang berpacaran di zaman ini.
Kuterangkan padanya bahwa dalam Islam tidak boleh ada hubungan antara pria dan wanita yang tidak mahram kecuali di ikat terlebih dahulu dengan ikatan suci berupa akad pernikahan.
Ungkapan orang awam “cinta suci” sebelum pernikahan, hanyalah ungkapan manis yang luarnya bagaikan madu tetapi dalamnya adalah racun yang telah membinasakan banyak muda-mudi, hingga terjerembab ke dalam jurang perzinahan. Nauzubillahi min zalik, bahkan terkadang dampaknya lebih dahsyat dari zina yang mereka lakukan. Tidaklah muncul kasus aborsi, membuang bayi hidup-hidup, membunuh pasangan yang hamil, atau bunuh diri karena khawatir menanggung rasa malu yang terjadi, melainkan efek dari pacaran yang dibungkus dengan cinta suci. Karena itulah kusarankan agar ia segera menikahinya.
Tapi sungguh aku terkejut tatkala mendengar bahwa gadis itu kini dalam keadaan kritis diistirahatkan dari perusahaannya disebabkan penyakit kanker darah putih (leukemia) yang telah mengerogoti tubuhnya. Bahkan perusahaan yang menanggung semua biaya perobatan dan biaya telah memulangkannya ke kampung halamannya di Jawa, dan kini gadis kini hanya mampu terbaring di atas tempat tidur, sementara dokter telah memvonisnya dengan ungkapan” tiada harapan” untuk sembuh dan dia tidak akan mampu bertahan lama .
Aku mendekatinya dan bertanya padanya: Apakah engkau jujur dalam mencintainya? Ia menganggukan kepalanya sembari tersenyum kecut. Aku katakan padanya:” Nikahilah dia segera...siapa tau dengan besarnya cintamu yang tulus padanya dapat meyembuhkan penyakitnya dan memberikan baginya harapan baru untuk tetap bertahan hidup dan menjadi optimis untuk sembuh”.
Kukatakan padanya:” jika engkau ingin tetap menjadikannya sebagai istrimu, maka nikahilah dia sebelum terlambat. Bila ketentuan takdir Allah menjemput nyawanya setelah ia sah menjadi istrimu, maka insya Allah jika kalian berdua termasuk ke dalam golongan ahli surga kelak...Allah akan menyandingkan kalian berdua di surgaNya sebagai suami istri. Tapi jika ia wafat sebelum kau nikahi..tidak ada jaminan ia akan menjadi istrimu kelak di akhirat jika sekiranya vonis dokter itu benar-benar terjadi”.
Tapi sungguh aku terkejut tatkala mendengar bahwa gadis itu kini dalam keadaan kritis diistirahatkan dari perusahaannya disebabkan penyakit kanker darah putih (leukemia) yang telah mengerogoti tubuhnya. Bahkan perusahaan yang menanggung semua biaya perobatan dan biaya telah memulangkannya ke kampung halamannya di Jawa, dan kini gadis kini hanya mampu terbaring di atas tempat tidur, sementara dokter telah memvonisnya dengan ungkapan” tiada harapan” untuk sembuh dan dia tidak akan mampu bertahan lama .
Aku mendekatinya dan bertanya padanya: Apakah engkau jujur dalam mencintainya? Ia menganggukan kepalanya sembari tersenyum kecut. Aku katakan padanya:” Nikahilah dia segera...siapa tau dengan besarnya cintamu yang tulus padanya dapat meyembuhkan penyakitnya dan memberikan baginya harapan baru untuk tetap bertahan hidup dan menjadi optimis untuk sembuh”.
Kukatakan padanya:” jika engkau ingin tetap menjadikannya sebagai istrimu, maka nikahilah dia sebelum terlambat. Bila ketentuan takdir Allah menjemput nyawanya setelah ia sah menjadi istrimu, maka insya Allah jika kalian berdua termasuk ke dalam golongan ahli surga kelak...Allah akan menyandingkan kalian berdua di surgaNya sebagai suami istri. Tapi jika ia wafat sebelum kau nikahi..tidak ada jaminan ia akan menjadi istrimu kelak di akhirat jika sekiranya vonis dokter itu benar-benar terjadi”.
Mendengar saranku, seketika ia begegas berangkat ke jawa mendatangi rumah gadis tersebut dan menyampaikan rencananya pada orang tua gadis itu agar segera menikahkannya dengan putrinya.Orang tua sang gadis terharu mendengarkan tekat tulusnya untuk menikahi putrinya yang kini dalam kondisi kritis.
Betapa tidak, banyak pasangan rumah tangga yang bubar disebabkan tidak sabarnya salah satu dari keduanya dalam menghadapi dan merawat pasangannya yang menderita penyakit kronis yang berkepanjangan. Bahkan aku masih mengingat salah seorang kerabatku yang menderita penyakit hingga lumpuh, ditinggalkan begitu saja oleh istrinya seolah-olah dia tidak pernah di anggap ada di dunia ini hingga kematian menjemputnya.
Betapa tidak, banyak pasangan rumah tangga yang bubar disebabkan tidak sabarnya salah satu dari keduanya dalam menghadapi dan merawat pasangannya yang menderita penyakit kronis yang berkepanjangan. Bahkan aku masih mengingat salah seorang kerabatku yang menderita penyakit hingga lumpuh, ditinggalkan begitu saja oleh istrinya seolah-olah dia tidak pernah di anggap ada di dunia ini hingga kematian menjemputnya.
Tetapi ikhwan ini...subhanallah, mau menikahi putrinya yang telah divonis mati oleh sang dokter. Allahu Akbar. Sungguh besar kegembiraan kelurga gadis itu menyambut niat tulusnya. Singkat cerita, surat-menyurat dan segala administrasi pernikahan telah dirampungkan, dan pernikahan segera di gelar di rumah sakit dengan acara resepsi yang begitu sederhana.
Malam harinya, ikhwan tersebut telah berada di samping calon istrinya beserta keluarganya yang telah berkumpul. Akad nikahpun berlangsung dengan khidmat dan linangan air mata. Air mata kesedihan dan kegembiraan tumpah menjadi satu melihat ikatan suci dua anak manusia itu dipatrikan dalam ijab qabul.
Sungguh pernikahan yang paling aneh rasanya ketika sang gadis sebagai mempelai wanita tidak dihias dengan segala bentuk pernak-pernik pernikahan. Jangankan untuk duduk bersanding sebagaimana yang biasa terjadi di orang awam, untuk bangun dari ranjang saja adalah mimipi indah yang tidak dapat terwujud bagi sang gadis.
Alangkah bahagianya seluruh keluarga dan handai tolan sang gadis, sebesar kebahagian kedua mempelai tersebut. Kini resmilah keduanya menjadi suami istri. Doa-doa dipanjatkan kepada Rabb azza wa Jalla, agar menurunkan rahmatnya, menyembuhkan sang gadis, dan meridhoi pernikahan mereka.
Malam itu, adalah malam indah bagi seluruh yang hadir di tempat tersebut. Keindahan malam pertama bagi kedua pengantin yang telah lama memendam kerinduan dan cinta itu diwujudkan dengan kesetian sang suami menjaga istrinya di sisi pembaringannya hingga waktu pagi datang menjelang.
La haula wala quwwata illa billahi, manusia hanya bisa berencana dan berharap, tetapi Allah jualah yang menentukan. Pada keseokan harinya.....Allah menjemput nyawa sang gadis untuk kembali kepadaNya. Inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Gadis itu telah berpulang ke Alam Barzakh dalam keadaan tenang setelah resmi menjadi istri bagi ikhwan tersebut. Ketentuan takdir yang tidak dapat dirubah.
Beberapa hari setelah pulang dari Jawa dia menemuiku dengan segala kesedihannya. Tetapi aku menghiburnya dan menenangkan gemuruh di dadanya dengan ungkapan:
Beberapa hari setelah pulang dari Jawa dia menemuiku dengan segala kesedihannya. Tetapi aku menghiburnya dan menenangkan gemuruh di dadanya dengan ungkapan:
”tidak perlu khwatir akhi...semoga Allah mempertemukan kalian kelak di Akhirat, dan menyandingkan kalian berdua di negeri Abadi sebagai suami istri di sisi Allah yang Maha Pemurah.
Jikalah cinta kalian berdua tidak dapat terwujud di dunia fana yang sempit ini, niscaya ada negeri akhirat yang luas dan abadi yang dapat mempertemukan kalian berdua kelak.Perbanyaklah taat dan bersedekahlah untuk istrimu”.
Jikalah cinta kalian berdua tidak dapat terwujud di dunia fana yang sempit ini, niscaya ada negeri akhirat yang luas dan abadi yang dapat mempertemukan kalian berdua kelak.Perbanyaklah taat dan bersedekahlah untuk istrimu”.
Perkataanku cukup manjur untuk menenangkannya dan membuatnya ikhlas dengan ketentuan Allah. Ku ingat ketika bulan Ramadhan dia datang kepadaku menghantarkan sejumlah uang yang cukup besar infak atas nama istrinya untuk pembangunan proyek yaasan kita.
Doaku selalu, semoga Allah menjaganya dan menjaga kita semua, menurunkan rahmatNya kepada kita semua dan orang-orang yang kita cintainya. Agar kita semua beruhusnuz zhan dengan ketentuan takdir Allah yang penuh hikmah dan adil. Ya Rabb ajarkan kami meridhoi segala keputusanMu dan ikhlas menerima dengan lapang dada apapun yang telah Kau gariskan untuk kami.
Abu Fairuz
via Ahmad Ridwan
via Ahmad Ridwan
Makna Sebuah Pekerjaan
06.53 |
Label:
Makna Sebuah Pekerjaan
Makna Sebuah Pekerjaan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uangatau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.
SUMBER : iphincow.com
CInta membuat Kopi asin jadi manis
05.25 |
Label:
CInta membuat Kopi asin jadi manis
Kecantikan dan CInta membuat Kopi asin jadi manis
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil
luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.
Sedangkan Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu
memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak
terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria
sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup
lama, dan akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata,
"Kita pulang aja yuk...?!?".
Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta mmmm.
mmm...garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan
heran ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja
dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"
Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat
laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin
dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum
kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman,
saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya
yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si
gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria dihadapannya
itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu
kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan
rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung
halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat
juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria
itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia
sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli .. betul-betul
seseorang yang sangat baik. si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki
seperti itu!
Untung ada kopi asin!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,
sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia
selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,
ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang
disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah
surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan
kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku
katakan padamu ... tentang kopi asin.
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu
itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam.
Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah
merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir
bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk
berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena
saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan
padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh
dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku
sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk
segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan
terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya
tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun
saya harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah.
Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya
minum kopi pakai garam?
Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "
Makna Sebuah Balon Hitam
04.21 |
Label:
Makna Sebuah Balon Hitam
Anak kecil itu berdiri diseberang jalan. Badannya tampak
kurus, kecil dan kulitnya hitam. Pakaiannya kusam dan tidak beralaskan sandal.
Ada satu titik yang dipandanginya, yaitu seorang penjual
balon diseberang jalan. Anak-anak kecil berkerumun disekitarnya, berebut
memperoleh balon yang disukainya. Balon-balon itu beraneka warna, ada yang
berwarna merah, kuning , hijau, biru dan lain sebagainya. Sama halnya dengan
kulit anak-anak yang berebut balon, ada yang berwarna kuning, merah, putih,
coklat dan lain sebagainya. setelah masing-masing mendapatkan yang balon,
mereka berlari meninggalkan sang penjual balon.
Kini sang penjual balon sendirian, masih ada beberapa balon
yang tersisa. Kemudian, si anak hitam yang berada diseberang jalan
menghampirinya. Langkahnya begitu cepat, seolah-olah takut ditinggal pergi sang
penjual balon. setelah sampai sang anak kecil hitam itu terdiam, memandangi wajah
sang penjual balon. Sang tukang balonpun menoleh dan tersenyum kepadanya.
“Hai nak, kau mau beli balon ?
tanya sang penjual balon pada si anak kecil hitam itu. Namun
anak kecil hitam itu menggelengkan kepala.
” Oh…kamu lupa bawa uangnya ya? tebak sang penjual balon, ”
Ya sudah ini untukmu.” Sang penjual balonpun memberikan sebuah balon yang
berwarna biru pada si anak kecil hitam, namun ia menolaknya.
” Tidak pak, saya tidak mau beli balon”, kata si anak kecil
hitam,” saya hanya ingin bertanya.”
“bertanya?” heran sang penjual balon,” bertanya apa? ”
Sang anak kecil itu agak malu mengatakannya, tapi ia
berusaha berkata.
“Pak, apakah balon yang berwarna hitam itu bisa terbang?”
Sang penjual balon itu pun tersenyum, ia melihat keluguan
dari seorang anak kecil yang kehilangan kepercayaan diri.
Kemudian sang penjual balon berkata, ” Nak, balon itu
terbang bukan karena warnanya, tetapi karena isinya.”
perkataan sang penjual balon telah membuat dadanya berdegup
kencang.
Iapun melanjutkan,” semakin besar balon itu diisi
dengan gas maka balon itu akan semakin tinggi terbangnya.”
Kemudian sang penjual balon melihat kearah anak-anak yang
sedang bermain, yang tadi membeli balon-balonnya. Si anak kecil hitam itupun
melihat kearah yang dilihat penjual balon.
” Kau pun sama seperti mereka,” kata sang penjual balon.
Dadanyapun semakin berdegup lebih kencang.
Kemudian penjual balon melihat kearah anak kecil hitam itu,
sang anak kecil hitam itupun menatapnya.
“bergabunglah dan ikut beramain dengan mereka”
” Karena balon hitam itu terbang bukan karena warnanya tapi
karena isinya.”
Sang anak kecil hitam itupun tersenyum kepada penjual balon.
Sang penjual balon pun membalas senyumannya.
Ia pun berlari melesat menuju teman-temanya dengan semangat
bagai balon yang memiliki terisi gas yang banyak.
Kasih Ibu Tak Batas Waktu
04.16 |
Label:
Kasih Ibu Tak Batas Waktu
Seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.
Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.
Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang.”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.
Pemilik kedai itu berkata”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.
Anak itu kaget mendengar hal tersebut.”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?”
Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun,aku bahkan tidak peduli.
Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”
Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.
Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja.
Sumber : http://iphincow.com/
Filosofi Hedgehog
19.40 |
Label:
Filosofi Hedgehog
Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.
Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.
Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!
Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.
Pesan cerita ini:
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu “mengapresiasi” semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.
Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & “mampu bertahan” dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun.
Mencari Yang Sempurna
07.02 |
Label:
Mencari Yang Sempurna
Seorang pemuda yang hidup di Perth telah sampai usia saat ia merasa harus mencari pasangan hidup. Jadi ia mencari-cari gadis sempurna di seluruh negeri untuk dinikahi. Setelah berhari-hari, berminggu-minggu mencari, ia bertemu dengan gadis yang sangat cantik-jenis gadis yang bisa menghiasi sampul majalah perempuan bahkan tanpa make-up atau kosmetik!
Namun, meski dia kelihatan sempurna, pemuda itu tak bisa menikahinya. Sebab gadis itu tidak bisa masak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.
Lalu ia mencari lagi, selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan akhirnya ia menemukan gadis yang bahkan lebih cantik lagi, dan kali ini masakan gadis itu luar biasa lezat-lebih baik dari yang bisa Anda dapatkah di restoran terbaik di Australia, bahkan lebih baik dari yang bisa Anda dapatkan dari restoran keluarga. Gadis ini bahkan menjalankan usaha restorannya sendiri!
Namun pemuda ini tak bisa menikahinya pula. Sebab kekurangan gadis itu adalah dia bodoh. Dia tak bisa menjalin percakapan sama sekali, sama sekali tidak cerdas. Dia belum menamatkan pendidikan, segala yang ia tahu cuma memasak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.
Maka ia mencari selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga ia akhirnya menemukan gadis yang satu ini! Ia begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, bahkan ia punya tiga restoran sendiri: ala Thai, ala Jepang dan ala Italia. Dan ia begitu cerdas, ia punya dua gelar doktor, pengetahuannya begitu luas, bisa menjalin percakapan begitu hebat, begitu baik, begitu welas asih. Ia sempurna!
Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Sebab gadis ini mencari pria yang sempurna!
Sumber : www.iphincow.com
Sumber : www.iphincow.com
Surat Cinta
07.00 |
Label:
Surat Cinta
Seorang pemuda tampak gelisah. Dia sedang menantikan saat yang baik untuk memberikan surat cinta, yang sudah dipersiapkan di saku celananya, untuk gadis yang diam-diam disukainya.
Suatu sore, datanglah kesempatan yang ditunggu-tunggu. Di keremangan senja, dia melihat si gadis sedang sendiri.
Lalu dengan terburu-buru, diberikanlah surat yang telah lama disiapkan dari saku celana. Kemudian dia sesegera mungkin berlari menjauh karena malu.Keesokan harinya, si pemuda mendapat telepon dari si gadis yang memintanya bertemu di suatu tempat.
Saat pertemuan yang mendebarkan, si gadis berkata, “Hai teman.. Saya tidak mengerti, kemarin kenapa kamu memberi uang kepada saya dan pergi begitu saja?” sambil mengangsurkan uang yang kemarin diberikan kepadanya.
Pikiran yang tidak fokus, menyebabkan terjadinya kesalahan fatal. Mau memberikan surat, malah merogoh uang :)
Sumber : www.iphincow.com
Filosofi Perjalanan Hidup
06.54 |
Label:
Filosofi Perjalanan Hidup
“Perjalanan hidup memang tak pernah ada akhirnya. Ia hanya akan berujung di sebuah fase bernama kematian. Bahkan kematian pun terkadang hanya jeda, untuk perjalanan hidup selanjutnya yang diasumsikan abadi. Tapi, jangan pernah berpikir jalan hidup ini lurus tak berkelok. Ia selalu tawarkan bermacam persimpangan. Perjalananmu saat ini, akan berakhir di awal persimpangan baru. Perjuanganmu hari ini, akan membawamu pada pilihan hidup yang lain. “
Tak Perlu Sembunyi Jika Berbeda
06.50 |
Label:
Tak Perlu Sembunyi Jika Berbeda
“Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci.
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.”
Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.”
Filosofi KOPI
Akibat Kata "Terlanjur"
18.40 |
Label:
Akibat Kata "Terlanjur"
LELAKI : mawar berduri yg kau genggam, yg melukai tanganmu' mengapa engkau tdk lepaskan,
WANITA : "mungkin karena aku terlanjur menyukainya"
LELAKI : mengapa tdk memilih bunga lain, yg tidak berduri dan tdk melukaimu,
WANITA : karena aku terlanjur menyukai mawar berduri ini.
LELAKI : klw begitu teruslah genggam mawar itu, dan semakin erat engkau genggam akan semakin melukaimu, dan terus melukaimu hingga kau menyesal mempertahankan mawar itu dan mengabaikan bunga lain
kita sering sekali mempertahankan apa yg membuat kita tersakiti daripada melepaskannya, alasannya karena TERLANJUR, dan sering mengabaikan apa yg membaikkan diri kita dan meninggalkannya,
WANITA : "mungkin karena aku terlanjur menyukainya"
LELAKI : mengapa tdk memilih bunga lain, yg tidak berduri dan tdk melukaimu,
WANITA : karena aku terlanjur menyukai mawar berduri ini.
LELAKI : klw begitu teruslah genggam mawar itu, dan semakin erat engkau genggam akan semakin melukaimu, dan terus melukaimu hingga kau menyesal mempertahankan mawar itu dan mengabaikan bunga lain
kita sering sekali mempertahankan apa yg membuat kita tersakiti daripada melepaskannya, alasannya karena TERLANJUR, dan sering mengabaikan apa yg membaikkan diri kita dan meninggalkannya,
Kisah Mujahidah Muslimah Sejati
18.38 |
Label:
Kisah Mujahidah Muslimah Sejati
"[JANGAN HALANGI AKU MEMBELA RASULULLAH] (Kisah MUJAHIDAH MUSLIMAH SEJATI)"
Hari itu Nusaibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nusaibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.
Dengan bergegas, Nusaibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. "Suamiku tersayang," Nusaibah berkata, "aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang."
Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nusaibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.
"Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang...."
Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.
Di rumah, Nusaibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.
"Ibu, salam dari Rasulullah," berkata si penunggang kuda, "Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid..."
Nusaibhah tertunduk sebentar, "*Inna lillah*....." gumamnya, "Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.
Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nusaibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, "Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi.
Maukah engkau melihat ibumu bahagia?"
Maukah engkau melihat ibumu bahagia?"
Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.
"Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi."
Mata amar bersinar-sinar. "Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah."
Putra Nusaibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. "Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur."
Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. "Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu...."
Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nusaibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, "Ada kabar apakah gerangan kiranya?" serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, "apakah
anakku gugur?"
anakku gugur?"
Utusan itu menunduk sedih, "Betul...."
*Inna lillah*...." Nusaibah bergumam kecil. Ia menangis.
*Inna lillah*...." Nusaibah bergumam kecil. Ia menangis.
"Kau berduka, ya Ummu Amar?"
Nusaibah menggeleng kecil. "Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak."
Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, "Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani."
Nusaibah terperanjat. Ia memandangi putranya. "Kau tidak takut, nak?"
Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nusaibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.
Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, "Allahu akbar!"
Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nusaibah. Mendengar berita kematian itu, Nusaibah meremang bulu kuduknya. "Hai utusan," ujarnya, "Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang."
Sang utusan mengerutkan keningnya. "Tapi engkau perempuan, ya Ibu...."
Nusaibah tersinggung, "Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?"
Nusaibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nusaibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. "Nusaibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan
mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur."
mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur."
Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nusaibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.
Timbul kemarahan Nusaibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nusaibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai
singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.
Timbul kemarahan Nusaibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nusaibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai
singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.
Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nusaibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas'ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas'ud mengenalinya,
"Istri Said-kah engkau?"Nusaibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, "bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?"
"Beliau tidak kurang suatu apapun..."
"Beliau tidak kurang suatu apapun..."
"Engkau Ibnu Mas'ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku...."
"Engkau masih luka parah, Nusaibah...."
"Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?"
Terpaksa Ibnu Mas'ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nusaibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.
Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, "Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nusaibah, wanita yang perkasa."
Langganan:
Postingan (Atom)
Labels
- "SAYA PIKIR......SAYA PIKIR... "
- Akibat Kata "Terlanjur"
- CInta membuat Kopi asin jadi manis
- Filosofi Hedgehog
- Filosofi Kenangan Pararel
- Filosofi Perjalanan Hidup
- Kasih Ibu Tak Batas Waktu
- Kasih Sayang Terakhir
- Kasih tak Sampai
- Keteguhan Cinta Sejati
- Kisah Mujahidah Muslimah Sejati
- Makna Sebuah Balon Hitam
- Makna Sebuah Pekerjaan
- Mencari Yang Sempurna
- Senyum
- Sepotong Intan
- Surat Cinta
- SYAITAN MEMBANTU PEMUDA KE MASJID
- Tak Perlu Sembunyi Jika Berbeda
- Tangisan Hati Seorang Wanita
- Teori "Air Kencing"
















